Tujuan
-
Memahami fungsi dan jenis-jenis scaffolding beserta komponennya.
-
Menjelaskan peraturan dan standar nasional maupun internasional terkait scaffolding.
-
Melakukan inspeksi scaffolding berdasarkan checklist keselamatan dan ketentuan teknis.
-
Mengidentifikasi kerusakan, potensi bahaya, serta kondisi tidak aman pada perancah.
-
Menilai kelayakan scaffolding untuk digunakan dalam pekerjaan di ketinggian.
-
Membuat laporan inspeksi scaffolding secara sistematis dan objektif.
-
Berkoordinasi dengan tim scaffolder, supervisor, dan pihak terkait dalam penanganan temuan inspeksi.
Target Peserta
-
Calon atau existing Scaffolding Inspector
-
HSE Officer atau Safety Man di lingkungan konstruksi dan industri
-
Supervisor proyek dan pengawas pekerjaan ketinggian
-
Scaffolder senior yang akan beralih peran menjadi inspector
-
Pekerja konstruksi atau industri yang ingin meningkatkan kompetensi dalam keselamatan scaffolding
-
Peserta yang akan mengikuti uji kompetensi BNSP Skema Scaffolding Inspector
Silabus
1. Pengantar Scaffolding dan Peran Inspektor-
Definisi dan fungsi scaffolding dalam pekerjaan konstruksi dan industri
-
Jenis-jenis scaffolding: tubular, modular (cuplock, kwikstage), mobile scaffold
-
Tugas dan tanggung jawab Scaffolding Inspector
-
Standar dan regulasi yang berlaku (Permenaker, OSHA, SNI, BS EN 12811)
-
Komponen utama: base plate, standard, ledger, transom, brace, tie
-
Sistem sambungan: clamp, coupling, locking pin
-
Perancah tetap vs. bergerak
-
Akses kerja: platform, ladder, guardrail, toe board
-
Sistem pemasangan dasar yang aman
-
Prinsip desain scaffolding dan distribusi beban
-
Perhitungan kapasitas beban (dead load, live load, wind load)
-
Teknik pengikatan (tying) dan penahan lateral
-
Identifikasi kekurangan struktural atau instalasi tidak sesuai
-
Checklist inspeksi scaffolding harian, mingguan, dan pasca modifikasi
-
Poin penting dalam inspeksi visual (kerusakan, korosi, pemasangan tidak lurus)
-
Identifikasi kondisi tidak aman: missing parts, overloading, deformasi
-
Penggunaan form inspeksi resmi
-
Kode warna scafftag (green, yellow, red) dan penandaan scaffolding
-
Cara membuat laporan hasil inspeksi secara sistematis
-
Pencatatan temuan, rekomendasi tindakan korektif, dan pelaporan ke pihak terkait
-
Komunikasi hasil inspeksi kepada supervisor lapangan
-
Tindak lanjut jika ditemukan scaffolding tidak laik pakai
-
Identifikasi bahaya saat inspeksi scaffolding
-
Alat pelindung diri (APD) untuk pemeriksa scaffolding
-
Prosedur bekerja aman di ketinggian (Work at Height)
-
Simulasi potensi kegagalan scaffolding dan tindakan mitigasi
Fasilitas
- Modul pelatihan dan seminar KIT
- Makan siang dan rehat kopi.


