Tujuan
- Menjelaskan prinsip dasar terjadinya ledakan debu (dust explosion mechanism) dan kondisi yang memicunya.
- Mengidentifikasi jenis debu dan material berpotensi eksplosif di area pertambangan.
- Menilai dan menganalisis risiko ledakan debu dengan menggunakan pendekatan sistematis (Dust Hazard Analysis).
- Merancang dan menerapkan sistem pengendalian debu (ventilasi, dust collector, suppression system) sesuai standar keselamatan.
- Menerapkan strategi pengendalian kualitas udara (Air Quality Control) untuk menjaga kesehatan pekerja dan kepatuhan regulasi lingkungan.
- Mengimplementasikan prosedur tanggap darurat (emergency response) terhadap potensi ledakan debu.
- Menggunakan teknologi monitoring dan kontrol udara digital (sensor, IoT, dan predictive maintenance) untuk pencegahan insiden.
- Mengintegrasikan sistem pengendalian debu ke dalam manajemen keselamatan tambang (Mine Safety Management System).
Target Peserta
-
HSE (Health, Safety, Environment) Manager / Officer
-
Mining Engineer / Process Engineer
-
Plant & Operation Supervisor
-
Maintenance / Mechanical Engineer
-
Environment & Industrial Hygiene Specialist
-
Safety Inspector dan Risk Assessor
Silabus
1. Introduction to Dust Explosion Hazards-
Apa itu ledakan debu: mekanisme fisika dan kimia
-
Segitiga ledakan (Dust Explosion Pentagon): fuel, oxidant, confinement, dispersion, ignition source
-
Statistik global & lokal insiden dust explosion di industri pertambangan
-
Standar dan regulasi yang berlaku (NFPA 652, OSHA 29 CFR, ISO 14001, Permen ESDM, K3 Pertambangan)
-
Jenis debu di pertambangan: batu bara, logam, silika, sulfur, dan organik
-
Ukuran partikel, konsentrasi, dan karakteristik reaktivitas
-
Pengujian Kst, Pmax, dan Minimum Ignition Energy (MIE)
-
Studi kasus: analisis kegagalan sistem pengendalian debu di tambang terbuka
-
Prinsip Dust Hazard Analysis
-
Identifikasi area berisiko tinggi (crusher, conveyor, silo, dryer, processing unit)
-
Metode penilaian risiko dan pengendalian berbasis hierarchy of control
-
Workshop interaktif: membuat peta risiko debu di site tambang peserta
-
Pencegahan sumber penyalaan: grounding, spark detection, static control
-
Sistem ventilasi, isolasi, inerting, dan explosion venting
-
Dust collection system (baghouse, scrubber, cyclone separator)
-
Teknik dust suppression (water mist, foam, fogging)
-
Maintenance & inspection checklist untuk sistem proteksi
-
Parameter kualitas udara di tambang: PM10, PM2.5, gas (NOx, SO₂, CO), humidity
-
Teknologi pemantauan udara: real-time sensors, IoT air quality monitoring, data analytics
-
Evaluasi paparan debu terhadap kesehatan pekerja (TLV, TWA, PEL)
-
Strategi perbaikan kualitas udara dan pengendalian sumber emisi
-
Tanda awal potensi ledakan debu
-
Rencana tanggap darurat (ERP) dan evakuasi area terdampak
-
Firefighting techniques for dust-related incidents
-
Pelaporan dan investigasi insiden (root cause analysis)
-
Analisis kasus nyata dust explosion di tambang batu bara & metal mining
-
Evaluasi sistem pengendalian debu di tambang bawah tanah vs tambang terbuka
-
Benchmarking: bagaimana perusahaan global mengelola risiko debu
-
Group exercise: Developing a site-specific dust explosion prevention plan
-
Penerapan IoT dan sensor pintar untuk pemantauan udara
-
Predictive maintenance berbasis data untuk sistem ventilasi dan filtrasi
-
Integrasi sistem SCADA untuk safety monitoring
-
Konsep tambang hijau (Green Mining) dan sustainability dalam pengendalian debu
Fasilitas
- Modul pelatihan dan seminar KIT
- Makan siang dan rehat kopi.


