Tujuan
-
Mengidentifikasi sumber, jenis, dan karakteristik tumpahan minyak serta dampaknya terhadap lingkungan dan operasional.
-
Menganalisis tingkat keparahan insiden dan menentukan response strategy yang sesuai (Tier 1, 2, 3).
-
Menetapkan struktur komando (Incident Command System / ICS) secara tepat dalam insiden oil spill besar.
-
Mengkoordinasikan operasi lintas instansi (port, coast guard, terminal, operator, regulator, OSRO).
-
Mengembangkan dan mengevaluasi Contingency Plan, termasuk teknik booming, skimming, dispersant application, dan shoreline cleanup.
-
Mengambil keputusan kritis dalam situasi tekanan tinggi dengan mempertimbangkan aspek teknis, hukum, dan lingkungan.
-
Melakukan komunikasi krisis termasuk hubungan media dan stakeholder strategis.
-
Menyusun laporan insiden, dokumentasi, dan evaluasi pasca-penanganan (post-incident review).
Target Peserta
-
Senior Manager & Decision Maker di pelabuhan
-
Marine & HSE Superintendent / Manager
-
Oil & Gas Terminal / Refinery Operations Manager
-
Emergency Response Team Leader
-
Port Authority / KSOP / Coast Guard
-
Tangguh Darurat & Incident Management Coordinator
-
Environmental Manager
-
Operator kapal tanker dan fasilitas minyak
-
Peserta yang menangani operasional laut dengan risiko lingkungan tinggi
Silabus
DAY 1 – FOUNDATIONS OF OIL SPILL MANAGEMENT 1. Introduction to OPRC Convention-
Kerangka hukum internasional
-
Kewajiban Pemerintah & Operator
-
Hubungan dengan MARPOL & Nasional Regulations
-
Sifat minyak (light crude, heavy fuel, refined product)
-
Weathering process: evaporation, dispersion, emulsification, sedimentation
-
Dampak terhadap biota laut, pelabuhan, dan infrastruktur pantai
-
Tier 1, Tier 2, Tier 3 concept
-
Penentuan response capability
-
Resource allocation model
-
National Oil Spill Contingency Plan
-
Port & Terminal Contingency Plan
-
Risk assessment dan vulnerability mapping
-
Deepwater Horizon
-
Montara Wellhead
-
Exxon Valdez
-
Lessons learned & failure analysis
-
Offshore response
-
Nearshore & shoreline response
-
Booming strategy (deflection, containment, exclusion)
-
Skimming operations
-
Aerial dispersant application
-
Struktur komando
-
Incident Action Plan (IAP) development
-
Logistics, operations, planning & finance sections
-
Inter-agency coordination
-
Temporary storage
-
Transport & disposal
-
Shoreline cleanup (SCAT Methodology)
-
Rehabilitation plan
-
Table-top exercise menggunakan skenario pelabuhan, offshore, atau tanker
-
Penentuan tactic & resource deployment
-
Evaluasi strategi
-
MoU antar negara
-
OSRO (Oil Spill Response Organization) mobilization
-
Mutual aid agreement
-
Teknik komunikasi saat insiden besar
-
Menghadapi media
-
Public information strategy
-
De-escalation & reputational risk management
-
Civil liability & compensation
-
ITOPF, P&I Clubs, tanker liability
-
Dokumentasi & reporting untuk klaim
-
Operational debrief
-
Corrective Action Planning (CAPA)
-
Long-term restoration monitoring
-
Menyusun Incident Action Plan lengkap
-
Menentukan KPI keberhasilan
-
Penguatan SOP organisasi masing-masing
Fasilitas
- Makan siang dan rehat kopi.

