Tujuan
- Menjelaskan 5 prinsip dasar Safety Leadership dan perannya dalam budaya K3 perusahaan.
- Mengidentifikasi minimal 3 faktor risiko tinggi yang dipengaruhi oleh perilaku dan kepemimpinan.
- Melakukan komunikasi keselamatan yang efektif, termasuk briefing, coaching, dan safety talk.
- Menganalisis insiden nyata dan menghubungkannya dengan kegagalan kepemimpinan menggunakan metode penyebab akar masalah (root cause analysis).
- Menyusun rencana aksi safety leadership personal dengan indikator performa yang terukur (KPI/SMART Goals).
-
Memahami hubungan kepemimpinan → budaya keselamatan → kinerja operasional.
-
Menunjukkan kemampuan komunikasi keselamatan secara role play.
-
Membuat 1 dokumen action plan yang realistis untuk departemen/unit kerja.
-
Mengidentifikasi area perbaikan kepemimpinan keselamatan dalam organisasi.
Target Peserta
Program ini ditujukan untuk:
-
Top Management & Middle Management
-
Department Head / Superintendent
-
Supervisor & Foreman
-
Safety Officer / HSE Staff
-
HR & Training Division
-
Team Leader / Operational Leader
-
Calon pemimpin (talent pool)
Industri yang relevan: pertambangan, maritim, manufaktur, konstruksi, migas, logistik, dan fasilitas publik.
Silabus
Hari 1 – Leadership Foundation & Safety Awareness Modul 1 – Fundamental Safety Leadership-
Konsep dan prinsip dasar Safety Leadership
-
Perbedaan Safety Management vs Safety Leadership
-
Gambaran budaya keselamatan (safety culture maturity model)
-
Emotional Intelligence dalam keselamatan
-
Human factors & perilaku tidak aman
-
Behaviour Based Safety (BBS) untuk pemimpin
-
Pengaruh kepemimpinan terhadap trust & engagement
-
Studi kasus kecelakaan akibat budaya buruk
-
Hazard identification & risk thinking
-
Decision making dalam kondisi darurat
-
Tools: Risk matrix & bowtie intro
-
Diskusi kasus operasi berisiko tinggi
-
Metode komunikasi yang mempengaruhi perilaku
-
Safety briefing, toolbox meeting, safety talk
-
Teknik coaching feedback & active listening
-
Latihan role play komunikasi efektif
-
Peran pemimpin dalam investigasi kecelakaan
-
Root Cause Analysis dasar
-
Just culture vs blame culture
-
Study real accident (video analysis optional)
-
Self-assessment leadership gap
-
Penyusunan rencana penguatan budaya keselamatan
-
Presentasi peserta
-
Komitmen implementasi
Fasilitas
- Makan siang dan rehat kopi.

