Tujuan
-
Menjelaskan prinsip dasar kerja crane dan fungsi komponen utamanya.
-
Mengoperasikan crane dengan aman dan efisien sesuai dengan prosedur standar.
-
Membaca dan menginterpretasikan load chart, termasuk radius, boom angle, dan kapasitas angkat.
-
Melakukan pemeriksaan pra-operasi (pre-start inspection) dan pemeriksaan harian crane.
-
Berkomunikasi secara efektif dengan rigger atau signalman menggunakan hand signal atau radio.
-
Mengidentifikasi potensi bahaya dan menerapkan prosedur pengendalian risiko saat operasi crane.
-
Menerapkan prosedur darurat dalam kondisi abnormal atau saat alat mengalami kegagalan.
-
Melaksanakan shutdown yang aman sesuai kondisi kerja dan SOP.
Target Peserta
-
Calon operator crane pemula
-
Operator crane berpengalaman yang belum tersertifikasi
-
Personel lifting (rigger, signalman) yang ingin memahami tugas operator
-
Safety officer atau HSE di area kerja pengangkatan beban
-
Supervisor proyek, konstruksi, atau industri manufaktur
-
Individu yang akan mengikuti uji kompetensi BNSP skema Crane Operator
Silabus
1. Pengenalan Crane dan Jenis-jenisnya-
Definisi crane dan klasifikasinya (mobile crane, tower crane, overhead crane, dll)
-
Fungsi utama crane dalam operasi pengangkatan
-
Komponen utama crane dan cara kerjanya
-
Standar pengoperasian crane (OSHA, ASME, SNI, API RP 2D)
-
Pre-use inspection harian dan checklist
-
Pemeriksaan sistem hidrolik, boom, sling, brake, hook
-
Pemeriksaan sistem keselamatan (limit switch, load moment indicator)
-
Persiapan area kerja, leveling crane, dan penempatan outrigger
-
Operasi dasar: mengangkat, menurunkan, memutar boom
-
Teknik mengatur beban agar stabil
-
Koordinasi dengan rigger dan signalman
-
Komunikasi menggunakan sinyal tangan dan radio
-
Prosedur operasi di area sempit, miring, atau berbatasan dengan bahaya (misalnya overhead cable)
-
Membaca dan menginterpretasikan load chart
-
Faktor-faktor yang mempengaruhi kapasitas angkat
-
Perhitungan radius, boom length, boom angle, dan tipping load
-
Margin keamanan dan working load limit (WLL)
-
Identifikasi bahaya dan risiko saat pengangkatan
-
Zona aman dan zona bahaya dalam pengangkatan
-
Prosedur pengangkatan khusus (tandem lift, blind lift)
-
Penggunaan alat pelindung diri (APD)
-
Sistem pengawasan dan komunikasi lifting
-
Respon terhadap kondisi abnormal (overload, angin kencang, rem tidak bekerja)
-
Prosedur shutdown dan emergency stop
-
Tindakan saat crane mengalami kerusakan di tengah operasi
-
Simulasi pengangkatan gagal (load drop, hook failure)
Fasilitas
- Modul pelatihan dan seminar KIT
- Makan siang dan rehat kopi.


